sarungtenun

Icon

tentang kehidupan dan filosofinya. apa pun yang anda pikirkan semestinya saya memikirkannya dengan berbeda.

nonton inception

inception curlingcity
film itu macem-macem dan saya berangkat mengkoleksinya dari memburu vcd original di disctara, bulletine, atau outlet-outlet penjual vcd original. kebiasaan itu bergerak ke dvd bajakan, karena memaksa saya melakukannya, format dvd mulai lazim sedangkan harga originalnya sangat mahal untuk kantong saya. tapi tak masalah, terus berlanjut ke kebiasaan mengoleksi film-film downloadan dengan kualitas bagus, meski ukuran telah dikompres menjadi lebih kecil. bisa dibilang, yang dulunya butuh dua vcd, sekarang cukup setengah vcd untuk full-length movienya, dari downloadan itu. *.mkv format dan kawan-kawan.

hahaha, mari lupakan hal-hal tidak baik itu, hal-hal suram yang tidak patut ditiru. karena kita harus beli yang original, walau mahal, hehehe. warner bros kan juga butuh uang kita untuk makan mereka sehari-hari, hihihi.

kini yang masih berbekas dan mungkin masih ada ingatan, adalah film ‘inception’, kalau ingin tau resensinya cari saja di google ;).
saya cuma mau membicarakan kesan pribadi tentang film itu, dan juga kesan kekasihku tentang film yang sama.

wah mau cerita soal ‘inception’ malah tertunda ga sampe-sampe, baru saya lanjutkan setelah lebih sebulan 🙂
inception ini menarik untuk dipelajari dan tentunya ditonton secara intens, secara penuh perhatian dan detailnya menarik.
ini tentang bagaimana kita mencuri informasi dari musuh kita, informasi yang ia simpan dalam dirinya sebegitu dalam, jauh di dasar alam bawah sadarnya. dalam ‘state’ yang demikian seseorang bisa dikatan dapat menyimpan informasi dengan aman. hingga diperlukan teknik khusus untuk mencurinya, yaitu dengan cara memasuki alam mimpi bawah sadarnya, memaksa si sasaran untuk tidur, dan dari tidur itu seorang calon pencuri informasi harus bisa mengintrude ke dalam suasana mimpi seseorang.
seorang pencuri informasi yang jagoan, ia bisa menciptakan ruang mimpi bersama. jadi tempat dan kejadian di alam mimpi itu diciptakan oleh sang deceptionis, dari sanalah memori si korban berusaha digiring dengan teknik muslihat yang cukup handal. kita bisa katakan semacam ‘social engineering’ dalam wilayah bawah sadar, melalui jalan mimpi.
namun dalam kasus ini, di episode film inception, si deception bertugas untuk menanamkan state of mind kepada seorang yang potensial melakukan kejahatan. status batinnya yang merasa terancam karena ada permasalahan dengan lingkungan sekitarnya harus ia rubah, demi masa depan sebuah perusahaan besar. di sisi si deception ini, taruhannya adalah, jika tugas terakhir ini selesai maka ia bisa kembali ke amerika untuk bertemu dengan anak-anaknya.
permasalahan: dalam setiap mimpi, kita memiliki gangguan dalam jiwa kita sendiri, rasa bersalah tentang kesedihan yang mendalam dan sebagainya. dalam kasus ini, pekerjaan yang terkait erat dengan alam bawah sadar, tokoh utama mengalami gangguan akan ingatan istrinya yang meninggal karena keteledorannya di masa lalu. istrinya terbunuh karena dia menanamkan ke dalam alam bawah sadar, bahkan teramat dalam, bahwa semua kesenangan di alam mimpi ini hanya sementara, dan untuk mengakhiri lantas kembali ke level alam kesadaran di atasnya maka mereka harus bunuh diri. tetapi rupanya si istri saat telah sampai di dunia nyata masih merasa bahwa mereka masih di alam mimpi. dan bunuh diri di alam nyata hanya akan membawa seseorang kembali ke alam baka. dan dalam berbagai kasus bayangan si istri selalu menghalanginya.

demikian abstraksi sederhana yang saya usahakan tidak menceritakan secara detil. karena khawatir anda akan kehilangan sensasinya saat menontonnya sendiri. so let’s take a rent or buy it and enjoy.

note: film ini bisa mempengaruhi pikiran dan situasi kejiwaan dalam beberapa saat, atau bisa juga dalam beberapa hari, jadi, untuk menikmatinya dalam situasi khusyuk… waspadalah pada diri anda sendiri 😉

Advertisements

Filed under: resensi, resensi movie, ,

Bagus Will!

GoodWillHunting
Humm Good Will Hunting, i saw it again. have u ever seen this movie?
let’s watch this one. the story line of the movie is ordinary, but the idea is interesting. the idea about an excellent boy named Will Hunting (Matt Damon), a kind of problematic boy in terrible environment. A street fighter boy.
(in morality case, we may ignore the free life style of common American young people. Gus Van Sant the Director of this movie is began his talented skill in point of view to make a movie more delicious in this movie. And we know that he really have an upgradable talent, in “Elephant”, his another movie.)
the story took place in Harvard university. as a probation of his bad manner, Will Hunting have to finish his works in the Harvard cleaning service. the story actually began out of the story. Will Hunting hobby is reading, and luckily his selfish always make him stronger to make reason and search all the reasons he want to take. I think that’s the probability of Will Hunting characteristic, speed in understanding and high sense in curiosity, than he is able to solve problems by his own. by reading he can control and upgrade his ability (even never practice) and get better in knowledge, he assumed that when he have to do something he never did before he just do it and just know how to do it. probably his ability always grow and unexpectedly appear suddenly when he do a thing at the first time, and than did it well or very well or unbelievable 😀 …
The idea probably can be came from a personal history of Srinivasan Ramanujan, or someone else alike, or other reasons i am not so sure to define. Just a simple probability.
Beside his positive sides, will hunting was act as a young man came from a troubled family and so was his environment. Emotional and mourn can be additional spices for the good taste of Good Will.
This writing is just a simple summary of a movie which i watch it three days ago for this much :D, we can gain more good messages from this movie. so no wait, let’s watch it your self.
[st]

Filed under: resensi movie

Cyril Pedrosa: Penantian, Rantai Hidup-Mati

cover tiga bayangan, three shadows


pernahkah kau merasakan saat semua rasa kehilangan, kematian, sedih yang mendalam, kebekuan dalam hati karena takut, amarah, dan pedih sebelum semua itu terjadi?
itu adalah sebuah ancaman, sebuah phobia tentang sesuatu yang kau tahu akhirnya, tetapi begitu posesif mengikuti dan terus mengintai. salah satu caranya adalah berdialog dengan kematian, atau mengusungnya menjadi narasi, bagian dari hidup itu sendiri.
kita mesti menghadapi setiap kehilangan dengan memandang jauh ke dalamnya atau juga terlibat jauh menyelaminya. agar kita mengerti mengapa ia hadir, apakah ia melulu akan melukai kita, ataukah memberikan kita hal-hal baru?
ancaman akan kematian memberikan kesan lebih kepada kehidupan, peran kehilangan adalah memberikan makna lebih mendalam kepada kehadiran-kehadiran baru. sesekali mengingat dan melihat ke dalam dan ke belakang menjadikan kita menghargai kekinian untuk membangun masa depan. melihat kebaruan lebih bercahaya.
setidaknya ada satu hal yang perlu ditambahkan Cyril Pedrosa dalam novel grafisnya ini. yaitu pengantar kepada kerinduan akan hal-hal yang ada dalam batin, kehausan yang secara transenden diinginkan batin, namun masih belum terjadi. sekiranya, perasaan ini akan mampu membangun spiritualitas cerita menjadi kian religius.
meski demikian, ada selangit gugusan bintang hikmah dalam “Three Shadow” yang mesti kita khusyuki.

*ketika pertama kali mengusungnya dari daftar buku baru dan menentengnya ke kasir di Gramedia ITC Cibinong, aku ditanya si gadis operator kasir: “Mas mengambil buku ini atas inisiatif sendiri atau karena disarankan oleh petugas?” singkat kujawab: “saya sendiri”, “terima kasih mas”.
waktu itu novel grafis ini muncul pertama, dan hanya ada tak kurang dari lima buah. jika tak salah ingat aku tambahkan juga kepada nona itu, “saya pilih karena saya tau, bahwa saya suka”.
syukurlah masih diberikan ijin untuk memilih buku-buku hikmah yang bertebaran di luar sana.

ingat, sebelum baca buku ini, syukurilah apa-apa yang telah sampai kepadamu. junjunglah hingga syukurmu sampai kepada Tuhanmu yang menuntun segala pengertian kepadamu. [st/alhamdulillah]

Filed under: resensi, resensi movie

Archives

sarung tenun

saya suka dengan hal-hal yang beraroma kehidupan, segarnya dan indahnya mengikuti semuanya dengan senantiasa waspada dan penuh selidik, menggali hikmah adalah utama untuk selalu mengingatkan kita kepada 'sumber' segalanya.
saya belajar hal-hal yang menarik untuk saya sendiri. islam, desain grafis, hukum, filsafat, web mastering, sosiologi. dan semua yang berkaitan dengannya. dan saya suka berbagi banyak hal, sebatas pemahaman dan pengalaman saya. sebagai manusia pada umumnya.

%d bloggers like this: