sarungtenun

Icon

tentang kehidupan dan filosofinya. apa pun yang anda pikirkan semestinya saya memikirkannya dengan berbeda.

Cyril Pedrosa: Penantian, Rantai Hidup-Mati

cover tiga bayangan, three shadows


pernahkah kau merasakan saat semua rasa kehilangan, kematian, sedih yang mendalam, kebekuan dalam hati karena takut, amarah, dan pedih sebelum semua itu terjadi?
itu adalah sebuah ancaman, sebuah phobia tentang sesuatu yang kau tahu akhirnya, tetapi begitu posesif mengikuti dan terus mengintai. salah satu caranya adalah berdialog dengan kematian, atau mengusungnya menjadi narasi, bagian dari hidup itu sendiri.
kita mesti menghadapi setiap kehilangan dengan memandang jauh ke dalamnya atau juga terlibat jauh menyelaminya. agar kita mengerti mengapa ia hadir, apakah ia melulu akan melukai kita, ataukah memberikan kita hal-hal baru?
ancaman akan kematian memberikan kesan lebih kepada kehidupan, peran kehilangan adalah memberikan makna lebih mendalam kepada kehadiran-kehadiran baru. sesekali mengingat dan melihat ke dalam dan ke belakang menjadikan kita menghargai kekinian untuk membangun masa depan. melihat kebaruan lebih bercahaya.
setidaknya ada satu hal yang perlu ditambahkan Cyril Pedrosa dalam novel grafisnya ini. yaitu pengantar kepada kerinduan akan hal-hal yang ada dalam batin, kehausan yang secara transenden diinginkan batin, namun masih belum terjadi. sekiranya, perasaan ini akan mampu membangun spiritualitas cerita menjadi kian religius.
meski demikian, ada selangit gugusan bintang hikmah dalam “Three Shadow” yang mesti kita khusyuki.

*ketika pertama kali mengusungnya dari daftar buku baru dan menentengnya ke kasir di Gramedia ITC Cibinong, aku ditanya si gadis operator kasir: “Mas mengambil buku ini atas inisiatif sendiri atau karena disarankan oleh petugas?” singkat kujawab: “saya sendiri”, “terima kasih mas”.
waktu itu novel grafis ini muncul pertama, dan hanya ada tak kurang dari lima buah. jika tak salah ingat aku tambahkan juga kepada nona itu, “saya pilih karena saya tau, bahwa saya suka”.
syukurlah masih diberikan ijin untuk memilih buku-buku hikmah yang bertebaran di luar sana.

ingat, sebelum baca buku ini, syukurilah apa-apa yang telah sampai kepadamu. junjunglah hingga syukurmu sampai kepada Tuhanmu yang menuntun segala pengertian kepadamu. [st/alhamdulillah]

Filed under: resensi, resensi movie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

kekasihku…

lover. now I understand, I live in this world, for a moment to meet you. and the sky was filled with thousands of angels. I bowed in the rigidity of the words, in the north pole of longing. frozen by love. _sarung

sarung tenun

saya suka dengan hal-hal yang beraroma kehidupan, segarnya dan indahnya mengikuti semuanya dengan senantiasa waspada dan penuh selidik, menggali hikmah adalah utama untuk selalu mengingatkan kita kepada 'sumber' segalanya.
saya belajar hal-hal yang menarik untuk saya sendiri. islam, desain grafis, hukum, filsafat, web mastering, sosiologi. dan semua yang berkaitan dengannya. dan saya suka berbagi banyak hal, sebatas pemahaman dan pengalaman saya. sebagai manusia pada umumnya.

%d bloggers like this: