sarungtenun

Icon

tentang kehidupan dan filosofinya. apa pun yang anda pikirkan semestinya saya memikirkannya dengan berbeda.

Cyberspace and Cybersemiotics

Cyberspace dan Cybersemiotics: Melimpahnya Tanda dan Meleburnya Realitas

Cyberspace adalah ruang artifisial hasil konstruksi teknologis, yang di dalamnya ada relasi kompleks antara tanda dan realitas. Bila secara konvensional tanda menjelaskan relasi antara sesuatu yang menandakan (penanda) dan sesuatu yang ditandai (realitas), tanda di dalam cyberspace melampaui relasi itu. Cyberspace memungkinkan situasi bagaimana tanda tidak memiliki sama sekali relasi alamiah dan substansial dengan realitas. Tanda dibangun berdasarkan produksi mandiri dari dan untuk dirinya sendiri (self-production system)—inilah tanda artifisial. Cyberspace menciptakan kondisi bagaimana tanda terputus dari realitas, dan membangun prinsip perujukan sendiri (self-reference), yang di dalamnya tanda tidak menunjukkan pada sesuatu di luar dirinya, tetapi pada dirinya sendiri.

Karena tanda terputus dari realitas, maka tanda menciptakan semacam orbit tanda otonom, yang di dalamnya tanda berputar tanpa henti di dalam ruang-ruang virtual, tetapi tidak ada relasi sama sekali dengan dunia real (the real). Sebuah gambar, sosok, tokoh avatar, karakter dapat hidup (lahir, berkembang, populer, membiak) di dalam cyberspace, dan ia sama sekali tidak lagi mempunyai relasi dengan—bahkan mematikan—dunia realitas keseharian. Struktur teknologi memungkinkan tanda-tanda visual itu berkembang, membiak, berlipatganda, dan didesiminasikan dalam jumlah masif dan dalam kecepatan tinggi di dalam jejaring internet dan realitas virtual, yang menciptakan akumulasi tanda yang melampaui kapasitas manusia dalam memaknainya—hyperproduction of signs.

Hiper-produksi tanda dan percepatan dalam pergantiannya telah menimbulkan efek pada kapasitas manusia dalam menangkap, memersepsi, memberi nilai, dan memaknai tanda-tanda itu. Tanda, pesan, dan informasi muncul di dalam cyberspace terkadang dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi. Sehingga melampaui kapasitas kognitif dalam memahaminya. Manusia dipaksa terus-menerus mengantisipasi kecepatan, dengan selalu awas terhadap perubahannya, seperti yang diperlihatkan oleh perkembangan cepat virus komputer, yang menciptakan kondisi keawasan permanen (permanent alert). Kecepatan pergantian dan masivikasi produksi tanda telah menciptakan semacam kondisi ketakamanan psikis atau paranoia, bagaimana pembiakan cepat tanda-tanda memaksa orang untuk mengikuti arus kecepatan itu.

Cyberspace and Cybersemiotics: An abundance of signs and melting Reality

Cyberspace is an artificial space technological results of the construction, in which there is a complex relationship between signs and reality. When conventional signs explaining the relationship between something which marks (bookmarks) and something that is marked (reality), signs in cyberspace beyond the relationship. Cyberspace allows the situation how the sign has not completely natural and substantial relation to reality. Sign is built on the independent production of and for himself (self-production system)-this is an artificial mark. Cyberspace to create the conditions how the signs are disconnected from reality, and build their own referral principles (self-reference), in which the signs do not show on something outside herself, but to himself.

Because the signs are disconnected from reality, the sign creates a kind of sign of autonomous orbit, in which the sign spinning endlessly in virtual spaces, but no relation whatsoever to the real world (the real). An image, figure, figure avatars, characters can be life (born, grow, popular, flourish) in cyberspace, and she had no longer had a relationship with the world-even deadly, daily reality. Technology structure enables the visual signs develop, multiply, multiplied, and desiminated in the number of massive and high-speed Internet in networking and virtual reality, which creates a signal that goes beyond the accumulation of human capacity in interpret-hyperproduction of Signs.

Hyper-production of signs and acceleration in its replacement have effects on the human capacity in the capture, perceiving, keeps score, and interpret the signs. Signs, messages, and information appears in cyberspace sometimes in large quantities and at high speed. Thus exceed the cognitive capacity to understand. Humans constantly forced to anticipate the speed, always aware of the changes, as shown by the rapid development of computer viruses, which creates a permanent alert conditions. Turnover and speed production masification sign unsafety conditions have created a kind of psychic or paranoia, how rapidly breeding signs of forcing people to follow the flow speed.

Quoted from:
Opening Essay of
Yasraf Amir Piliang (Post-Realitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Post-Metafisika)
Yasraf Amir Piliang (Post-Reality: Culture Reality in Post-Metaphisics Era)
2010. Jalasutra Publising; Yogyakarta. Indonesia.

Filed under: cyber, cyberlife, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

kekasihku…

lover. now I understand, I live in this world, for a moment to meet you. and the sky was filled with thousands of angels. I bowed in the rigidity of the words, in the north pole of longing. frozen by love. _sarung

sarung tenun

saya suka dengan hal-hal yang beraroma kehidupan, segarnya dan indahnya mengikuti semuanya dengan senantiasa waspada dan penuh selidik, menggali hikmah adalah utama untuk selalu mengingatkan kita kepada 'sumber' segalanya.
saya belajar hal-hal yang menarik untuk saya sendiri. islam, desain grafis, hukum, filsafat, web mastering, sosiologi. dan semua yang berkaitan dengannya. dan saya suka berbagi banyak hal, sebatas pemahaman dan pengalaman saya. sebagai manusia pada umumnya.

%d bloggers like this: