sarung’s words

Arsip Penulis

aku tengah diliputi oleh cinta dan rindu…

Posted by: sarungtenun on: 21 Mei 2009

saat di depan komputer dan melihat pesan-pesan email aku merasa kembali ke masa lalu.
tiba-tiba semua berhenti. pikirku menjadi tenang. hatiku ringan. sakitku telah membaik. murungku menjadi senyum. seperti dahulu… pagi ini aku berjalan menyusuri jalanan asing di bukit depan dusunku. mengejar bekisar. berteriak lantang dan puas. aku rasa ingin membawa suasana hati ini ke masa [...]

malas

Posted by: sarungtenun on: 16 November 2008

aku terlalu malas untuk bertele-tele menulis dalam sebuah blog

Tag:

Memento-Mori

Posted by: sarungtenun on: 23 Agustus 2008

Yann Martel berpesan Kau Harus Mati, Kau pasti akan mati.
Bukan sekedar keniscayaan biologis, kematian juga adalah sebuah iringan kesadaran inderawi. Kesadaran padanya akan membawa kesadaran lebih terhadap Tuhan.
Pada banyak lukisan klasik, ada suasana romantik yang memperlihatkan aroma hidup yang bersahaja penuh wangi duniawi membuat kehijauan dan keceriaan menari di sepanjang kisah kehidupan.
perupa puritan dan religius [...]

Tuhan Begitu Mencintaiku,

Posted by: sarungtenun on: 23 Agustus 2008

Senafas lembut terhembus, cahaya menyibak tirai dunia.

sementara itu bathin perlahan sadar, jiwa sadar, jasad bergerak.
dimulai pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya, aku kurangi kesadaranku.
karena aku mulai butakan satu mataku.
untuk membiarkan satu mata lain memandang dan menyimak.
minus satu setengah. nikmat telah berkurang.
tetapi aku adalah hamba yang terlalu beruntung.
Tuhan memberikan satu mata lain untuk memandang dan menyimak.
mata ini [...]

i decided to die alone

Posted by: sarungtenun on: 23 Agustus 2008

Sesa’at,

tak lagi seperti waktu lalu. aku terlalu sendiri, terlalu sendiri untuk memahami ini, lebih jauh. seperti pencarian satguru yang tak kunjung usai, seperti tarian jiwa yang melambat karena ragu.
kemarin kusimak sebuah peringatan, peringatan untuk menjadi biasa saja. karena esok akan terasa panjang dan terlalu lelah untuk tidak terbiasa.
separuh windu sudah ini berjalan. sedikit jalan kulalui, [...]