Seorang pelaku utama dalam kejahatan kriminal ada di suatu tempat di Latin. Menyusun links-nya di dunia underground, dia menggunakan internet untuk menarik benang tersamar dari jaringan imajiner berbagai pihak yang memiliki kebencian dengan Washington. Tak ada sesuatu pun yang dapat lolos dari tokoh utama kebencian ini: pornografi online, penipuan, corporate blackmail. Semua hal itu untuk memenuhi ego dan mengembangkannya. Dan di dalamnya, sesungguhnya, terdapat permasalahannya sendiri. Suatu ketika, saat ia mulai menjadi sombong, perhatiannya menjadi terlalu luas dan segala fokusnya memaksa ia untuk akhirnya muncul ke upground.
Sering dikatakan, dalam tingkatan hacker, kejahatan hanya dapat diketahui karena adanya kecerobohan dan ketidak hati-hatian atau karena adanya ketidaksukaan dari salah seorang relasi atau teman yang menjadikan informasi kejahatan itu bocor. Oleh karena itu sering ada ungkapan ‘nothing secure’, tak ada sesuatupun yang aman.
Ada sebuah kisah (dari crime-research.org), sebuah network: Russian Business Network (RBN)—diketahui dipimpin oleh keponakan dari seorang politisi terkenal Rusia—telah menarik perhatian para pakar keamanan jaringan di berbagai penjuru dunia. Kini, setelah secara serta merta menghilang dari pantauan radar, diyakini bahwa grup ini telah memindahkan operasinya ke China. Sementara itu, di Inggris, anggota dari sebuah organisasi yang menggunakan website ShadowCrew mungkin menghadapi penuntutan berat bulan berikutnya untuk penipuan online. Dimanapun kau melihat, kejahatan berbasis web ada di dalam media massa. Setiap orang –kemungkinan besar—telah berpengalaman dalam tak menghiraukan sebuah email yang berisi klaim dari sebuah bank tertentu, yang meminta detil akun (sebuah proses yang dipahami dari ‘phising’). Ada jutaan kejadian kejahatan online di inggris tiap tahunnya.

Filed under: cybercrime, Notes, cyber crime, cyberlife, cyberspace