Yann Martel berpesan Kau Harus Mati, Kau pasti akan mati.
Bukan sekedar keniscayaan biologis, kematian juga adalah sebuah iringan kesadaran inderawi. Kesadaran padanya akan membawa kesadaran lebih terhadap Tuhan.
Pada banyak lukisan klasik, ada suasana romantik yang memperlihatkan aroma hidup yang bersahaja penuh wangi duniawi membuat kehijauan dan keceriaan menari di sepanjang kisah kehidupan.
perupa puritan dan religius akan cenderung mengingatkan mereka yang menyimak dan membaca suasana lukisannya terhadap kematian, dengan lambang-lambang kematian di sekitar kesahajaan hidup dalam lukisannya.
seorang wanita dan teman-temannya menari bersama rangka manusia yang ikut jejingkrakan. seorang dalam lukisan portrait dengan satu tengkorak menindih buku di hadapannya. Ingatlah Kau Pasti Mati, Memento-Mori.
satu senyum kecil tersungging di bibir saat mengerti.
Bagi Kehidupan, Kematian adalah seorang kekasih yang posesif.
Kecantikan hidup membuat kematian selalu ada di mana ada kehidupan.
Siap atau tidak siap kematian akan menghampirimu.
Maka, cintailah dan terimalah kematian apa adanya.
jangan melawannya, perlawanan hanya akan menjadikan ajal terasa berat dan sulit.
terimalah takdir.
kalau tidak, ajalmu tak beda dengan perkosaan. Sakit, pedih, seakan semua telah hilang.terenggut oleh kekasaran yang menyakitkan.
kematian adalah kekasih yang posesif.
Dengan menerima kematian apa adanya, semua akan lebih baik.
dan aku yang tak jauh darimu akan mengirimkan seikat bunga.
biar kutinggalkan di pelaminanmu.
dengan namaku terikat bersama ucapan, selamat menempuh hidup baru.
memento-mori
komentar Anda